Ini 13 Poin Gencatan yang Dibuat AS dan Rusia untuk Suriah



Damaskus – Setelah menggelar pertemuan intensif selama beberapa kali, Rusia dan Amerika Serikat akhirnya menyepakati 13 poin untuk memuluskan misi mereka di Suriah. Poin-poin itu akan dipaksakan kepada rezim dan oposisi Suriah.

Dari poin-poin kesepakatan tersebut, AS-Rusia nampaknya ingin pejuang Suriah berpisah dan memusuhi Jabhah Fath Al-Syam, yang sebelumnya bernama Jabhah Nusrah. Untuk lebih jelasnya, berikut poin-poin yang disepakati AS-Rusia:


  1. Rezim harus menahan operasi militer di wilayah-wilayah yang terdapat “oposisi moderat”, yang ditentukan dengan teliti dan akurat serta memisahkannya dari wilayah-wilayah yang terdapat kelompok Jabhah Fath Al-Syam atau Jabhah Nusrah.
  2. Rezim harus menghentikan serangan udara ke daerah-daerah utama yang akan ditentukan. Terkhusus, serangan birmil dan menargetkan warga sipil.
  3. Oposisi harus bergabung ke dalam kesepakan gencatan senjata.
  4. Kedua pihak harus menahan diri melakukan serangan dan merebut wilayah lain sebagai bagian dari komitmen gencatan senjata.
  5. Mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah terkepung yang sulit dijangkau, termasuk Aleppo.
  6. Kedua pihak harus mengosongkan jalan Alcalesto di utara kota Aleppo yang merupakan jalur utama logistik, dan harus membuat zona demiliterisasi di sekitarnya. Keduap pihak harus berjanji membolehkan warga sipil dan bantuan kemanusiaan serta konvoi dagang melintasi daerah Ar-Ramusa di Barat Daya Aleppo hingga ke Aleppo timur (kontrol oposisi) dan Aleppo barat) kontrol rezim).
  7. Proses gencatan ini dimulai pada 12 September ditandai dengan dibentuknya markas bersama untuk mengawasi jalannya gencatan, termasuk di antaranya bertukar informasi dan menentukan daerah-daerah Jabhah Nusrah dan oposisi. Ini merupakan poin inti dari kesepakatan.
  8. Fase pertama gencatan senjata berlangsung selama 48 jam dan akan diperbarui
  9. Setelah berlangsung selama tujuh hari gencatan senjata dan menyalurkan bantuan, As bersama Rusia akan memulai operasi “mengalahkan” organisasi Daulah Islamiyah dan Jabhah Fath Al-Syam. Keduanya mengoordinasikan serangan udara gabungan.
  10. Operasi udara itu hanya sebatas pada daerah-daerah yang telah disepakati sebagai wilayah target bersama AS-Rusia dengan mengerahkan jet tempur Rusia-AS. Tak boleh ada jet tempur negara lain terbang di wilayah udara yang telah disepakati itu.
  11. Kesepakatan ini mengharuskan faksi-faksi oposisi Suriah menjauhi wilayah Jabhah Fath Al-Syam dan organisasi Daulah Islamiyah (ISIS).
  12. Kesepakatan ini mengharuskan Moskow menekan rezim Suriah untuk menghentikan konflik dan duduk ke meja perundingan. Sementara Washington akan menekan faksi-faksi oposisi memisahkan diri dari Jabhah Fath Al-Syam yang menjadi koalisi mereka.
  13. Hasil dari gencatan itu pada transisi politik. Ini merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan pertempuran secara permanen.


Tanggapan Oposisi

Badan Tertinggi Negosiasi Oposisi suriah melalui juru bicaranya, Salim Al-Musallath, mempertanyakan komitmen rezim dan Rusia. Kesepakatan-kesepakatan sebelumnya nampaknya membuat oposisi yang diakui AS itu tidak percaya lagi dengan rezim dan Rusia.

“Kami ingin jaminan dan mekanisme realisasi kesepakatan ini, apa yang diterima pihak yang masih mempraktekkan cara-cara terorisme dan balasan bagi yang melawannya. Kami meminta jaminan dari AS,” tegas Al-Musallath.

Sementara itu, Ahrar Al-Syam secara tegas menolak poin-poin gencatan senjata yang dibuat Rusia-AS. Mereka menilai, poin-poin itu hanya menguntungkan rezim dan merugikan rakyat Suriah.
Faksi-faksi lainnya masih belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Reporter: Suhli El-Izzi
Sumber:Kiblat.net
Share on Google Plus

Tentang Al Inshof

Al Inshof merupakan situs yang mencoba memberi gambaran kepada pembaca tentang Islam dan informasi-informasi terkait dunia Islam. Semoga apa yang ada di Al Inshof bermanfaat bagi Anda semua. Kritik dan saran dapat Anda emailkan ke buletinalinshof@gmail.com