Syiah - Islam ibarat Malam - Siang

Ibarat malam dengan siang, bumi dengan langit begitulah Syiah dan Islam, sangat bertolak belakang. Karenanya, sebagus apapun Syiah menyembunyikan boroknya dan mengaku bahwa penganut ajaran Syiah bagian dari Islam, tetap saja akan jelas terlihat bahwa Syiah bukan Islam. Sebaliknya, ada seorang mengaku dirinya muslim, pasti dia akan segera mengetahui bahwa dirinya harus menjauhi Syiah dan membenci akidah Syiah yang sangat bertentangan dengan Islam.

Bagaimana mungkin seorang yang mengaku dirinya muslim tetapi dia berdekat-dekatan dan bermesraan dengan syiah.  Bisakah ditemukan antara seorang muslim yang menjadikan penghormatan terhadap sahabat Nabi sebagai ibadah dengan kaum syiah yang mencela para sahabat Nabi sebagai ibadahnya? Siapakah yang dapat terima jika ada isteri seorang kyai di Jawa dilecehkan dan dinistakan? Hal itu dilakukan oleh Syiah. Syiah melakukannya terhadap isteri Nabi SAW.

Namun, lihatlah kenyataanya. Masih banyak orang yang justru membela Syiah baik yang jelas terang-terangan maupun yang menyembunyikannya dengan sikap pengecutnya. Sebagian mereka mengatakan bahwa dirinya bukan sunni, bukan syiah kemudian dia menyebutnya sebagai muslim. Kita bertanya, muslim yang mana? Ajaran islam yang mana yang dia amalkan ketika ia mengaku seorang muslim kemudian dalam waktu yang bersamaan dia diam terhadap pelecehan yang dilakukan pengikut Syiah terhadap para sahabat Rasulullah, bahkan terhadap istri Rasulullah. Ya, dia diam padahal dia mempunyai kekuatan untuk mengatakan bahwa Syiah sesat dan menyesatkan.

Sementara sebagian yang lain mengatakan jika ada umat islam yang menyerang Syiah mereka akan mengatakan bahwa syiah terdzalimi. Sebaliknya jika ada pengikut Syiah yang menyerang muslim mereka katakan bahwa Syiah hanya membela diri. Kemudian jika ada orang Syiah yang dibunuh mereka akan mengatakan biadab tetapi jika Syiah membantai mereka akan mengatakan perang saudara.

Kita akan sulit mengakui seorang menjadi bagian dari kaum muslimin jika tidak gerah mendengar dan melihat pelecehan yang dilakukan kaum Syiah terhadap Islam. Kita juga akan sulit untuk tidak mengatakan bahwa seseorang penganut Syiah hanya gara-gara ucapannya "Saya bukan Syiah", sementara ucapan, sikap dan perilakunya mencerminkan Syiah sejati. Lihat saja ucapan Jalaludin Rahmat, "Saya bukan Syiah", katanya. Namun ucapan ini sangat bertolak belakang dengan sikap dan perbuatannya selanjutnya, baik yang dilontarkan dalam tulisan-tulisannya maupun yang langsung diucapkannya.

Pada beberapa tulisannya jelas terbukti bahwa tokoh IJABI ini mengkafirkan para sahabat Nabi SAW. Dalam Buletin al Tanwir Yayasan Muthahhari, IJABI Jabar bekerjasama dengan IJABI Sulsel, Edisi Khusus No. 298. 10 Muharram 1431 H.  hal. 3, Jalaludin mengkafirkan para sahabat dengan mengatakan bahwa para sahabat telah merobah-robah agama. Maka sangat sulit mengatakan bahwa Jalaludin Rahmat bukan Syiah sebagaimana pengakuannya.

Lalu bagaimana pendapat sampeyan?
Share on Google Plus

Tentang Al Inshof

Al Inshof merupakan situs yang mencoba memberi gambaran kepada pembaca tentang Islam dan informasi-informasi terkait dunia Islam. Semoga apa yang ada di Al Inshof bermanfaat bagi Anda semua. Kritik dan saran dapat Anda emailkan ke buletinalinshof@gmail.com