Anda Sedang Resah? Renungkan Hal Ini


Ibarat sebuah pedati, begitulah laku kehidupan di dunia, kadang susah kadang bahagia. Lalu mengapa kita resah? 

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata resah berarti gelisah; tidak tenang; gugup; rusuh hati: ia kelihatan -- dan serba salah. Kata resah ini dialami oleh manusia karena berbagai sebab. Beberapa sebab yang mengakibatkannya antara lain, 
  1. adanya rasa iri dan dengki dalam diri manusia, 
  2. marah karena usahanya tidak seperti yang dia harapkan
  3. ketakutan akan bahaya yang akan dia alami
Nah, jika Anda tidak ingin resah cobalah cari akar permasalahannya. Lalu cobalah mengaplikasikan hal-hal berikut.

Resah Karena Rasa Iri dan Dengki

Iri dan dengki itu ibarat api yang berkobar yang akan menghanguskan apa saja yang diterpanya. Jika Anda merasa resah karena sebab ini maka sadarilah bahwa setiap manusia itu sudah membawa rejeki masing-masing. Jadi mengapa kita resah karena melihat orang lain sukses. Kenapa resah melihat orang lain bahagia. Bukankan setiap manusia dianugerahi oleh Allah dengan berbagai kelebihan dan kekuranga? Mengapa Anda tidak mencoba memahami hal  ini. 

Saat Anda melihat kebahagiaan orang lain, mengapa Anda tidak berusaha ikut  bahagia? Bukankah kebahagiaan yang ingin Anda dapatkan? Tetapi mengapa Anda menyakiti hati Anda sendiri dengan keresahan?

Lalu apakah tidak boleh resah?

Tentu saja boleh. Para sahabat senantiasa resah memikirkan nasib kehidupannaya besok di akhirat. Para sahabat resah dan takut jangan-jangan ibadahnya tidak diterima? Bahkan ada seorang sahabat Rasulullah SAW yang terkenal dengan kuatnya beribadah mengatakan seandainya dirinya tahu bahwa ada satu sujud saja yang diterima oleh Allah alangkah inginnya di segera dimatikan oleh Allah.

Keresahan seperti itu yang seharusnya ditanamkan dalam diri. Jangan malah sebaliknya. Merasa amalnya telah banyak. Karena jika Anda bersikap demikian sesungguhnya itu adalah ciri orang yang tidak beruntung. Ciri orang yang tidak mampu menggunakan waktunya dengan optimal. Ya, karena ciri orang yang merugi adalah orang yang merasa telah berbuat baik kemudian dia ingat-ingat kebaikannya itu hingga tidak ada satu desah nafaspun kecuali ia gunakan untuk mengingat-ingat kebaikan yang telah dilakukannya yang bisa jadi kebaikan itu tidak diterima oleh Allah.

Renungkanlah perkataan Sa’id bin Jubair berkata, “Ada orang yang masuk surga karena perbuatan maksiat dan ada orang yang masuk neraka karena amal kebaikannya”. Ditanyakan kepadanya “Bagaimana hal itu bisa terjadi?”. Beliau menjawab, “seseorang melakukan perbuatan maksiat, ia pun senantiasa takut terhadap adzab Allah akibat perbuatan maksiat tersebut, maka ia pun bertemu Allah dan Allah pun mengampuni dosanya karena rasa takutnya itu, sedangkan ada seseorang yang dia beramal kebaikan, ia pun senantiasa bangga terhadap amalnya tersebut, maka ia pun bertemu Allah dalam keadaan demikian, maka Allah pun memasukkannya ke dalam neraka.”

Nah keresahan mana yang ingin Anda ciptakan? Semua terserah Anda.

Resah Karena Hasil Tidak Sesuai Harapan

Anda resah karena ini? Hehehe, emangnya siapa Anda? Kalau Anda mampu menjamin hasil sesuai harapan Anda, baru Anda boleh resah akan hal itu. Tapi apakah Anda penjamin hasil usaha? Tidak bukan? Nah, kalau Anda menyadari hal itu kenapa Anda tidak menyerahkan hasil usaha kepada penjamin hasil usaha. Tahukah Anda siapa dia? Tepat Allah SWT. 

Allahlah yang menentukan segala sesuatu, termasuk menentukan hasil usaha Anda. Wow kalau begitu mengapa kita berusaha dan bekerja? Mungkin Anda terkejut kemudian mencibir dan mengatakan hal itu. Jika demikian ANDA SALAH BESAR.

Bukankah di awal sudah jelas bahwa tujuan manusia menjalani hidup di dunia ini adalah merealisasikan ibadah kepada Allah. Bukankah setiap desah nafas kita harus bernilai ibadah? Jika demikian kenapa Anda akan meninggalkan usaha atau bekerja yang semua itu dapat Anda niatkan beribadah kepada Allah, yang dengannya kehidupan Anda menjadi berkah?

Ingatlah kewajiban manusia hanyalah berusaha dan bekerja disertai doa. Selebihnya pasrahkan hasilnya kepada Penjamin hasil usaha, yaitu Allah. Nah, enakkan. Jadi mengapa Anda harus resah dengan hasil usaha yang tidak sesuai harapan? Tidakkah Anda menyakini bahwa apa yang diberikan oleh Allah kepada Anda adalah hal yang terbaik bagi Anda, ya itu kalau Anda yakin bahwa Allah mengetahui segalanya, kalau tidak ya sudah terserah Anda. JADI APAKAH ANDA MAU MENERUSAKN KERESAHAN ANDA ATAU MEMILIH YAKIN AKAN KEBAIKA ALLAH SWT. Semuanya terserah Anda.

Resah Karena Ketakutan akan Bahaya yang akan dialami

Hehehe jika Anda resah karena hal itu, Anda perlu benahi keyakinan Anda bahwa tidaklah ada satu kebaikan kecuali telah Allah tetapkan kepadanya. Demikian juga tidak ada satu masalah atau bahaya pun yang akan menimpa seseorang kecuali juga atas ketentuan Allah. 

Jika Anda resah karena hal itu berarti Anda meresahkan ketentuan yang akan diberikan oleh Allah kepada Anda. Apakah Anda mampu menghindar dari ketentuan Allah? Tidak bukan? Nah kenapa keresahan itu Anda ciptakan?

Lalu apa yang harus Anda lakukan?

Ya, berjalanlah lurus sesuai dengan rambu-rambu Allah SWT. Sekali lagi setinglah setiap desah nafas Anda untuk beribadah kepada Allah saja. Jika pada kenyataanya kita mendapati suatu musibah atau bencana yang sangat berat bahkan menyebabkan kematian kita, maka tetaplah berbahagia karena saat terkena musibah atau bencana Anda dalam keadaan beribadah kepada Allah. 

Nah jika semuanya demikian lalu apa alasan Anda menciptakan keresahan dalam hidup Anda? Atau masih ada sebab keresahan yang lain? Silakan tulis di komentar.
Share on Google Plus

About edris ernawan