Drama Tangisan Saeni Lebih Berharga dari Gadis-Gadis Yang Tewas Akibat Pemabuk



Entah, apa yang terjadi di NKRI ini. Nalar para pemimpinnya seolah tak bisa dipercaya oleh akal waras. Masih jelas dalam ingatan tentang para gadis yang terbunuh akibat ulah para pemabuk. Belum juga duka itu hilang dari keluarganya, kini babak baru drama telah disiarkan oleh berbagai media. Drama itu berjudul Tangis Saeni Pemilik Warung Nasi (Warteg)

Sebagaimana yang banyak beredar di media masa, setelah Saeni melakukan aktingnya, atas permintaan sekelompok oknum dari media ternama di Indonesia, Saeni pun kemudian mendapat simpati dari para netizen. Bahkan dari "aktingnya" ini dia mendapatkan "gaji" ratusan juta lebih. Padahal pada kenyataanya, dia bukanlah seorang yang tergolong miskin. Ada 3 warteg yang dia miliki. Suaminya pun diketahui seorang bandar judi.

Ironisnya, pemimpin negara ini kemudian tanpa klarifikasi dan investigasi menyumbang 10 juta. Memang tidak salah seseorang menyumbang kepada siapa pun dengan jumlah berapapun. Tapi sikap kepala negara yang  kemudian diikuti dengan pencabutan banyak perda yang di dalamnya bernafas Islam ini seolah ingin mengebiri Islam dan mengunggulkan yang lain. Sementara itu, pabrik miras dan Kepres miras justru ingin dinaikkan kekuatannya dengan mengajukan rancangan UU tentang Miras ke DPR. Padahal banyak korban berjatuhan akibat minuman keras.

Ya, Drama Duka Setingan Memang Lebih Berharga dari Jiwa yang melayang akibat ulah para peneguk miras. Apakah ini akan terus berlangsung? Tentu seluruh masyarakat Indonesia bertanggung jawab atasnya terlebih para pemimpinnya.


Share on Google Plus

Tentang Al Inshof

Al Inshof merupakan situs yang mencoba memberi gambaran kepada pembaca tentang Islam dan informasi-informasi terkait dunia Islam. Semoga apa yang ada di Al Inshof bermanfaat bagi Anda semua. Kritik dan saran dapat Anda emailkan ke buletinalinshof@gmail.com