Mina Dan Propaganda Syiah


Pembicaraan terkait dengan tragedi di Mina pada musim haji 1436 H ramai dibicarakan di media online dan juga di sosial media seperti facebook. Sorotan dan analisa yang mengarah kepada hujatan terhadap pemerintah Arab Saudi pun ramai bermunculan. Namun tidak sedikit juga yang mencoba mendudukkan serta menganalisa berita yang ada dengan kejernihan pikir dengan mencari berbagai referensi dan kebenaran berita. Dengan tetap menjaga keseimbangan dalam menilai sebuah kejadian dalam akun Facebooknya, dia menulis sebagai berikut:

Setelah mencermati berbagai sumber, dari media arus utama sampai media tidak jelas, dari media sosial sampai media propaganda, saya pribadi mempunyai kesimpulan sebagai berikut:

Tersiar kabar bahwa tragedi Mina tahun ini terjadi akibat adanya iring-iringan Putra Mahkota Saudi yang menutup akses, sehingga menyebabkan kemacetan laju jamaah yang lain. Saya pastikan bahwa berita ini berita bohong! Dikutip dari media mainstream Iran, presstv.com diteruskan oleh media-media Syiah di Indonesia: arrahmahnews.com dan lain-lain. Lagian, kurang kerjaan apa, pejabat Saudi, keluarga Kerajaan jalan-jalan ke jalur jamarat umum, padahal mereka sudah punya akses khusus untuk melempar jumrah.

Terkait berita tentang keputusan pengadilan syariah Saudi yang telah memutuskan bahwa hukum pancung bagi 28 petugas haji di Mina, saya berjibaku mencari sumber berita ini. Entah dikutip dari mana? Saya temukan di addiyar dot com. Ternyata ini media Lebanon yang juga Syiah.

Kalau kita cermati berbagai berita, kita akan dapati bahwa Iran melalui berbagai pejabatnya sedemikian reaktifnya. Iran mengecam Saudi habis-habisan. Provokatif dan penuh dengan hasutan! Tidak sebagaimana umunya negara-negara lain, yang, yang hati-hati dan inshaf dalam memberi pernyataan. Misal seperti pernyataan Erdogan, Presiden Turki: “Selama haji dan umrah, saya berpartisipasi mengamati dari dekat. Saya tahu tingkat kepekaan petugas dan organisasi penyelenggara ibadah haji.”

Saya juga tidak akan begitu percaya berita bahwa penyebab tragedi Mina adalah karena kekacauan yang ditimbulkan oleh jamaah haji asal Iran, mereka melawan arus sembari berteriak, “Labbaika ya Husein!” sehingga menyebabkan tabrakan. Namun yang pasti, Iran begitu reaktif menyikapi kejadian ini. Seperti misal pernyataan Pemimpin Agung Iran, Ali Khamanei: “Saudi harus bertanggung jawab berat dalam insiden maut ini. Saudi juga harus memenuhi kewajibannya sesuai dengan hukum. Kesalahan di balik tragedi ini tidak boleh diabaikan!”

Makanya tak heran kalau kemudian Liga Muslim Dunia (LMD) gerah dengan sikap Iran ini. “Mereka memiliki tujuan lain dan ingin meraihnya dengan cara-cara yang tidak baik. Tapi mereka akan sia-sia,” ujar Dr. Abdullah Mohsen, Sekjend LMD.

Yang saya tidak habis pikir, kenapa media-media Nasional juga banyak ikut-ikutan memuat berita hoax, dengan mengutip berita dari sumber-sumber berita Syiah. Apakah ini sebatas karena media-media tersebut ingin menampilkan berita teraktual, tidak punya reporter di lapangan, tak ada sumber lain selain media-media Syiah, hingga akhirnya berita yang sebenarnya sangat mudah diteliti kebongannya pun mereka rujuk.

Ataukah karena intensnya para corong Syiah di Indonesia memberikan umpan kepada mereka. Atau mungkin karena media kita sudah kehilangan sikap cek dan konfirmasi dulu sebelum memuat suatu berita. Dengan kata lain, mereka pada malas, hingga apapun itu, darimana pun juga, asal berita terkait dengan suatu tragedi yang sedang hangat, mereka pun berlomba menampilkannya. Miris! (Abrar Rifai)

Share on Google Plus

Tentang Al Inshof

Al Inshof merupakan situs yang mencoba memberi gambaran kepada pembaca tentang Islam dan informasi-informasi terkait dunia Islam. Semoga apa yang ada di Al Inshof bermanfaat bagi Anda semua. Kritik dan saran dapat Anda emailkan ke buletinalinshof@gmail.com