Speaker Bukan Penyebab Kerusuhan di Tolikara


“Ada acara Idul Fitri, ada pertemuan pemuka masyarakat gereja. Memang asal-muasal soal speaker itu,” demikian ujar JK dalam konferensi pers di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat. Dia menambahkan bahwa ada 2 kepentingan yang terjadi secara bersamaan.“Satu Idul Fitri, satu karena speaker, saling bertabrakan. Mestinya kedua-duanya menahan diri. Masyarakat yang punya acara keagamaan lain harus memahami,” kata JK.

Pernyataan JK itu dibantah oleh salah seorang muslim yang tinggal di Papua. Lewat akun twitternya @NasutionMukri di laman twitternya (17/7) dia mengatakan:
"Mohon jgn berkomentar aja pak JK," Mukri menambahkan:

"Klo mslh speaker slm ini ummat Islam mematuhi itu, di Yahukimo jg larangan pake speker dihormati kok. 

"Ini bukan mslh speker pak JK, Muslim di Papua cukup tau diri kok klo kami minoritas, larangan speaker, gak bikin plang nama di depan mesjid dipatuhi."

"Slama ini kami tak brsuara krn kami nyadar kami minoritas, nah ini sudah kterlaluan.  Apa harus terus bungkam?"

"Larangan berjualan hari minggu, kami hormati itu. Apa lagi yg kalian inginkan?"

"Denda jika ada yang buka toko di hari minggu, ummat islam mana yg gak patuhi, tp ini klen larang shalat?"

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya bahwa pada saat kaum muslimin melakukan shalat Idul Fitri, pada takbir pertama jemaah secara tiba-tiba didekati oleh beberapa orang. Teriakan orang-orang tersebut membuat jemaah bubar dan menyelamatkan diri ke markas Koramil.

Selang satu jam kemudian, orang-orang itu melempari Musala Baitul Mustaqin yang berada di sekitar lokasi kejadian. Para penyerang itu lantas membakar rumah ibadah itu. Tidak hanya itu. Aksi mereka lanjutkan dengan membakar enam rumah dan sebelas kios.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, sebagaimana yang dinyatakan oleh Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Patrige Renwarin namun teror yang dilakukan oleh nasrani di Kabupaten Tolikara itu telah memicu reaksi dari kaum muslimin di tempat lain. Mereka lakukan hal itu sebagai wujud dari ukhuwwah islamiyah yang menyakini bahwa umat islam satu dengan yang lainnya adalah satu tubuh. Jika ada satu anggota tubuh yang sakit maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakitnya, hingga ia demam dan tidak bisa tidur. (alfi)



Share on Google Plus

Tentang Al Inshof

Al Inshof merupakan situs yang mencoba memberi gambaran kepada pembaca tentang Islam dan informasi-informasi terkait dunia Islam. Semoga apa yang ada di Al Inshof bermanfaat bagi Anda semua. Kritik dan saran dapat Anda emailkan ke buletinalinshof@gmail.com