Ridlo Ba'dal Qodlo


Anda ridlo Alloh sebagai Rabb Anda? Muhammad sebagai nabi dan untusan-Nya? serta Islam sebagai din (Agama) Anda?
Ya, saya yakin Anda akan menjawab: YA
Karena setiap saat Anda senantiasa mengucapkannya:
Rodhitu billahi rabban wa bil islami dinan wa bi muhammadin nabiya wa rasulah..."
Tetapi benarkah Anda sudah benar benar Ridlo?
Sudah dimaklumi bahwa mengucapkan itu lebih mudah daripada mewujudkan tuntutan dari ucapan itu sendiri. Demikian juga mempunyai niat dan keinginan itu bisa dilakukan oleh setiap manusia baik yang besar maupun yang kecil, yang kaya maupun yang miskin. Karena keinginan dan niat itu tidak mempunyai syarat. DAn jika niat itu ingin direalisasikan dengan sungguh-sungguh itulah yang dinamakan semangat.
Demikian pula ketika Anda menyatakan bahwa anda Ridlo kepada Alloh dan
seterusnya kemudian Anda mempuyai keinginan yang kuat untuk melaksanakannya, maka sikap Anda itu dinamakan semangat atau azzam untuk ridlo. Bukti dari keridloaan anda itu akan terbukti manakala anda dihadapkan dan dibenturkan pada konsekuensi dari rasa ridlo Anda tersebut, yaitu tatkala Anda dihadapkan pada perintah dan larangan Alloh apakah Anda akan bersikap sami'na wa atho'na atau anda akan menghindar dan memilih-milih perintah Alloh. Kalau anda bersikap sami'na wa atho'na berarti anda memang benar-benar sudah ridlo tetapi manakala Anda masih minggring-minggring (memeilih-milih perintah dan larangan Alloh sesuai dengan keinginan Anda ) berarti sebenarnya Anda belum ridlo. Karena hanya ridlo setelah kejadianlah (ridlo ba'dal qodlo) yang bermanfaat. Untuk itu Rasululloh mengajarkan doa:
Allohumma ini asaluka ridlo ba'da qadlo, ya Alloh aku memohon kepada-Mu rasa ridlo setelah kejadian.
Kalau rasululloh saja masih meminta demikian, tentu kita lebih pantas dan layak untuk meminta kepada Alloh dengan sepenuh kesadaran.
Semoga Alloh memberi kekuatan kepada kita.
Share on Google Plus

About Buletin Alinshof