Monday, May 28, 2018

Buletin Alinshof

Tiga Hal yang Menjadikan Seseorang Rugi di Bulan Ramadhan


Ibarat sebuah gedung, bulan Ramadhan adalah gedung pertemuan yang sangat megah. Di dalamnya berbagai fasilitas dan pelayanan tersedia. Obral bonus bagi para tamu yang memasukinya pun ada pada setiap saat. Bahkan setiap desah nafas seseorang yang berada di ruangan itu mempunyai nilai dan keutamaan yang luar biasa. Tentu menjadi kesempatan yang luar biasa jika seseorang dapat memasuki ruangan tersebut. 

Namun, ternyata tidak setiap orang sadar akan hal itu. Banyak di antara umat islam yang lalai terhadap peluang itu hingga menjadikan mereka merugi. Hal-hal berikut yang dapat menjadi penyebab seseorang tidak mendapatkan kebaikan dari bulan Ramadhan.

1. Tidak Berpuasa dan Tidak Beribadah dengan Maksimal

Bagaimana pendapat Anda jika di suatu pasar sedang ada obral besar-besaran. Apakah orang yang di rumah dan tidak berangkat ke pasar tersebut akan mendapat obralan itu? Atau bagaimana pula pendapat Anda jika ada seoang yang berada di pasar tersebut ia hanya melihat-lihat orang yang ramai dan semangat memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapatkan barang-barang mewah dengan harga yang sangat murah. Ya, tentu Anda sepakat dengan saya. Orang itu tidak akan mendapatkan apa-apa. Bisa jadi yang dia dapatkan hanyalah kelelahan yang luar biasa.

Itulah gambaran orang yang tidak memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Padahal banyak dijelaskan oleh Rasulullah keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan. Rasulullah menjelaskan dalam khutbahnya bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di dalamnya Allah mewajibkan orang yeng beriman untuk berpuasa, di dalamnya pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat serta setan-setan dibelenggu. Pada bulan Ramadhan, ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan barangsiapa tidak mendapati malam itu maka dia telah kehilangan pahala seribu bulan.

Meski bulan Ramadhan penuh dengan keberkahan tetap saja orang yang tidak mau berpuasa atau tidak mau optimal dalam ibadahnya, dia akan mendapatkan kerugian.

2. Hanya Menahan Diri dari Makan dan Minum dan Membiarkan liar Anggota Badan yang lain

Hal itu pernah dikatakan oleh Rasulullah dalam sebuah haditsnya, yang artinya kurang lebih:
"Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan dari puasanya, kecuali rasa lapar dan dahaga". (HR. Ath Thabrani)

Seluruh apa yang ada pada diri manusia mempunyai potensi untuk mendatangkan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah dan juga potensi untuk berbuat maksiat, yang menyebabkan seseorang jauh dari Allah. Karenanya, kalau puasa yang dilakukan manusia hanya untuk menjaga perutnya dari makan dan minum sementara membiarkan anggota badan yang lain liar, tentu akan banyak kemaksiatan yang akan ia lakukan. Matanya mempunyai potensi yang besar untuk bermaksiat kepada Allah dengan melihat sesuatu yang diharamkan oleh Allah demikian juga telinga, pikiran, kaki dan tangannya.

Orang seperti inipun nantinya tidak akan mendapatkan keutamaan bulan Ramadhan meski saat itu Allah mengobral pahala dan ampunan.

3. Tidak Mengikuti Taraweh hingga Selesai

Ia mungkin beralasan akan menambah shalat malamnya sehingga ia memilih pulang daripada mengikuti imam menyelesaikan tarawehnya. Pertanyaanya, apakah ia dapat menjamin dirinya dapat bangun malam? Atau apakah ia dapat memastikan bahwa Allah masih memberinya kesempatan. Bukankan ajal seseorang itu bersifat baghtah atau sekonyong-konyong. Tidakkah ia khawatir akan hal itu. Orang yang seperti ini lebih memilih berspekulasi daripada memaksimalkan kesempatan yang ada di depan matanya.

"Orang yang shalat taraweh mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya shalat semalam suntuk" (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Itulah yang dikatakan oleh Rasulullah. Jadi mengapa Anda meninggalkan shalat taraweh bersama imam untuk melakukan ibadah yang belum tentu Anda mempunyai kesempatan. Rugilah kalau ada orang memilih meninggalkan kebaikan yang sudah jelas ia mempunyai kesempatan untuk melaksanakannya demi mengharap dapat melaksaknakan ibadah yang belum tentu ada kesempatan baginya.

Itulah tiga hal yang jika Anda lakukan, maka siap-siap saja Anda mengalami kerugian yang sangat besar. Semoga Allah selalu memudahkan diri kita dalam memaksimalkan kesempatan yang telah diberikan kepada kita semua, yakni kesempatan menemui bulan Ramadhan.

Subscribe to this Blog via Email :