Saturday, November 18, 2017

edris ernawan

Yang Paling Durhaka dan Paling Berbakti


Al-Ashma’I berkata, “Ada seorang Arab dusun bercerita kepadaku, “Suatu kali saya keluar dari kampungku untuk mencari orang yang paling durhaka kepada orangtuanya dan orang yang paling berbakti kepada orangtuanya. Maka saya berkeliling dari kampung ke kampung. Hingga saya mendapatkan seorang yang sudah tua, di lehernya ada kalung tali yang digantungi ember besar berisi air sangat panas. Di belakang orang tua itu ada seorang pemuda yang tangannya mencambuk oorangtua itu. Punggung orangtua itu babak belur karena cambukannya.

Akupun berkata, “Tidakkah kamu takut kepada Allah dalam memperlakukan orangua yang lemah ini? Tidakkah cukup bagimu membebaninya dengan tali di lehernya, mengapa kamu masih pula mencambuknya? Dia berkata, “(biarkan Saja), meskipun ini ayahku sendiri.” Aku berkata, “Allah tidak akan membalasmu dengan kebaikan!.” Dia berkata, “Diam! Beginilah dia dahulu telah memperlakukan ayahnya, dan begini pula ayahnya dahulu memperlakukan kakeknya.” Saya berkata,”Inilah orang yang paling durhaka.”

Kemudian aku berkeliling lagi, hingga bertemu dengan seorang pemuda yang mengalungkan keranjang di lehernya. Di dalam keranjang itu ada orang yang sudah tua, keadaannya lemah seperti bayi. Pemuda itu menggendongnya dengan kedua tangannya setiap saat, dia juga mencebokinya seperti seorang menceboki anaknya. Lalu saya berkata, “Ada apa ini?” pemuda itu menjawab, “Ini adalah ayahku, beliau telah pikun, dan saya yang merawatnya.” Maka saya katakan, inilah orang yang paling berbakti.” Akupun kembali dan telah bertemu dengan orang yang paling durhaka dan kemudian orang yang paling berbakti.”

Subscribe to this Blog via Email :