DERITA SURIAH, DERITA KITA


Oleh: Mujiburrahman Abu Sumayyah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ [آل عمران: 102].
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾ [النساء: 1].
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾ [الأحزاب: 70، 71].
أَمَّا بَعْدُ:

Jamaah Jum’at rahimani wa rahimakumullaah...

Mungkin kita sering mendengar, bahkan hafal firman Allah Ta’ala yang berbunyi:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara”  (QS. Al-Hujurat : 10)

Dan juga kita pernah mendengar sabda Nabi tercinta:

اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى هَهُنَا. يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ : بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Taqwa adalah di sini. – Beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali-. (kemudian beliau bersabda lagi:) Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang Muslim terhadap Muslim lain; haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. [HR. Muslim]

Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

لاَتَبَاغَضُوْا وَلاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَدَابَرُوْا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara.” [Muttafaq ‘Alaih]

Jamaah Jum’ah rahimanii wa rahimakumullaah..

Namun, sudahkah kita memahami ayat dan hadits tersebut dengan baik dan berusaha untuk mengamalkannya? Atau hanya sekedar slogan yang diucapkan di lisan semata? Banyak orang mengatakan “Persaudaraan, Persaudaraan” tapi tak ada bukti, tak ada realisasi.

Jamaah Jum’ah -rahimani wa rahimakumullaah...-

Ketahuilah, bahwa Islam tidak mengenal batas kewarganegaraan, suku bangsa, keturunan dan lain sebagainya. Seorang mukmin, dimanapun berada, mereka adalah saudara bagi mukmin lainnya. Maka menjadi kewajiban kita sebagai seorang mukmin, untuk meyakini bahwa seorang mukmin di manapun, mereka adalah saudara kita. Baik di Amerika, Eropa, Asia atau di Afrika atau di bumi manapun. Baik kulit putih maupun kulit hitam. Termasuk kaum muslimin yang berada di Syam. Suatu negeri yang berada di Asia Barat Daya juga saudara-saudara kita.

Jamaah Jumah -rahimani wa rahimakumullaah...-

Tentang Syam, Nabi kita tercinta, Muhammad –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- 14 abad yang silam telah menceritakan perihal negeri ini. Beliau bersabda kepada para sahabatnya:

عَلَيْكَ بِالشَّامِ؛ فَإِنَّهَا خِيرَةُ اللَّهِ مِنْ أَرْضِهِ، يَجْتَبِي إِلَيْهَا خِيرَتَهُ مِنْ عِبَادِهِ، فَأَمَّا إِنْ أَبَيْتُمْ، فَعَلَيْكُمْ بِيَمَنِكُمْ، وَاسْقُوا مِنْ غُدُرِكُمْ، فَإِنَّ اللَّهَ تَوَكَّلَ  لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ
“Pergilah ke Syam, karena ia adalah bumi pilihan Allah, Dia memilih hamba-hamba terbaik-Nya untuk ke sana. Jika kalian tidak mau, maka pergilah ke Yaman kalian dan minumlah dari telaga-telaga kalian. Karena sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Syam dan penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban dan al-Hakim. Dishahihkan oleh al-Albani).

Dalam kesempatan lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

طُوبَى لِلشَّامِ، قِيلَ: وَلِمَ ذَلِكَ، يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: إِنَّ مَلاَئِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا

“Beruntunglah Syam!”  Sahabat bertanya, “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Lalu beliau menjawab, “Karena sungguh malaikat Allah membentangkan sayap-sayapnya kepada negeri itu.” (HR. Al-Tirmidzi)

Bahkan secara spesifik, Nabi kita yang tercinta itu mendoakan negeri Syam dengan doa yang luar biasa. Beliau mengatakan:

 اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا، وَفِي يَمَنِنَا

"Ya Allah, berkahilah untuk kami pada negeri Syam kami dan pada negeri Yaman kami.” (HR. Al-Bukhari)

Syam, yang saat ini terpecah menjadi empat negera; Suriah, Palestina, Yordan dan Lebanon adalah bumi yang diberkahi oleh Allah ta’ala. Menjelang hari kiamat nanti, bumi ini merupakan tempat berkumpulnya manusia-manusia terbaik pilihan Allah. Suatu negeri yang tidak akan didapati keutamaan itu pada beberapa negeri lainnya sebagaimana keutamaan ada pada kota Makkah dan Madinah, maka Syam pun demikian.
Syam, bumi di mana manusia akan dihimpun di sana nanti pada hari kiamat. Syam, bumi di mana kaum muslimin akan berperang dalam pertempuran terbesar yang sering disebut Al-Malhamatul Kubro, orang Barat menyebutnya dengan Armageddon, di mana saat itu pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Al-Mahdi, Muhammad bin Abdullah (keturunan Nabi Muhammad) akan berhadapan dengan orang-orang Barat dan sekutunya yang terdiri dari 80 panji/ negara, yang setiap panji jumlahnya 12.000 pasukan pilihan. Dan –bi idznillaah-, ketika itu kaum muslimin mengalami kemenangan telak.

Rasulullah SAW bersabda, “Pusat kepemimpinan kaum Muslimin pada hari peperangan yang paling besar adalah di sebuah negeri yang bernama Ghuthah, yang mana di negeri itu terdapat sebuah kota yang bernama Damsyik (Damaskus). Ia merupakan tempat tinggal yang terbaik bagi kaum Muslimin pada waktu itu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Syam adalah bumi dimana Nabi Isa -alaihi salam- akan diturun di situ dan akan berhadapan dengan Dajjal dan bala tentara yang kemudian akan dibinasakannya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ، تَكْرِمَةَ اللهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ.

“Senantiasa ada segolongan dari ummatku yang berperang demi membela kebenaran sampai hari Kiamat.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maka kemudian turun Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, kemudian pemimpin golongan yang berperang tersebut berkata kepada Nabi ‘Isa: ‘Kemarilah, shalatlah mengimami kami.’ Kemudian Nabi ‘Isa menjawab: ‘Tidak, sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain, sebagai penghormatan bagi umat ini.’” (HR. Muslim)

Jamaah Jum’ah -rahimakumullah-

Ketahuilah, bahwa peperangan yang terjadi Suriah, khususnya di Suriah antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir Syiah yang dibantu sekutu-sekutunya saat ini sudah memasuki tahun ke-5. Namun pertempuran itu masih terus berlanjut hingga hari ini, bahkan hingga menjelang hari Kiamat kelak, hingga datangnya Al-Mahdi, hingga turunnya Isa -alaihi salam- yang akan menebarkan keadilan dan ketentraman di muka bumi ini.
Ketahuilah ikhwatii -rahimani wa rahimakumullaah-, bahwa pertempuran yang terjadi di sana bukan antara Islam dengan Islam sebagaimana anggapan kebanyakan orang. Namun, antara kebenaran dengan kebathilan. Peperangan aqidah, hingga Allah akan memberikan kemenangan bagi kaum muslimin dan mengalahkan musuh-musuhnya.

Wahai saudara-saudaraku. Apa yang terjadi di Suriah sejak 5 tahun yang lalu, atas kebrutalan rezim Suriah, sungguh demi Allah, tak kuasa lisan ini menceritakannya secara mendetail. Tak tahan mata ini menyaksikan pemandangan yang dialami saudara-saudara kita setiap hari. Setiap hari, tak kurang dari ratusan kaum muslimin di bantai di mana-mana. Baik di rumahnya, di sekolahnya, atau saat di melaksanakan shalat di masjid. Masjid dihancurkan, Al-Quran dibakar, sekolah-sekolah dan rumah sakit diluluhlantakkan, seorang gadis remaja dilempar di tengah jalan ditelanjangi pakaiannya padahal ia dikenal sebagai muslimah yang sopan dan berhijab, lalu 100 makhluk jahat menganiaya dan memperkosanya sedang orang-orang hanya bisa bersembunyi di balik tembok. Ketika salah seorang pria berusaha menolong malah ditembakinya. Hingga pria itu pun terbunuh.

Ditempat yang lain pria dipaksa berkata “laa ilaaha illa Basyar” tapi ia menolak, aqidahnya menolak, harga dirinya menolak, keimanannya menolak, nuraninya menolak, tauhidnya menolak. Tentara-tentara jahat Syiah itu tetap menyiksanya, lalu mereka gali lubang dan menguburnya hidup-hidup, hingga tanah mencapai jenggotnya, mereka tetap memaksa agar mengatakan: “laa ilaaha illaa Basyar”. Namun, dia tetap menyeru: “Laa Ilaaha Illallaah”. Karena dia paham siapakah Sang Raja. Siapakah Yang Maha Raja!!! Allah Azza wa Jalla!!!

Saksikanlah wahai kaum muslimin, bahwa beberapa hari yang lalu, kota Alleppo di bumi hanguskan oleh rezim Syiah Nushairiyyah yang dibantu pasukan Rusia dan Syiah Iran beserta pasukan Hizbusy syaithon Lebanon. Pesawat-pesawat Rusia dan Iran menjatuhkan bom-bom mereka di wilayah kaum muslimin. Bahkan bom cluster, bom yang terlarang untuk digunakan pun mereka jatuhkan di wilayah padat penduduk. Tak hanya rumah-rumah penduduk yang menjadi sasaran, bahkan rumah sakit dan masjid pun mereka hancurkan. Banyak wanita, orang tua, anak-anak yang tak berdaya tertimbun bangunan. Sungguh, tentara-tentara Syiah, Iran dan Rusia ini adalah terroris sesungguhnya, walaupun dunia dan media-media bungkam dan tidak pernah menyebut mereka sebagai terroris.

Kabar terakhir yang sampai ke telinga kita, bahwa kondisi saudara-saudara kita kaum muslimin di sana sudah sangat memprihatinkan, pembantaian massal, kehabisan obat-obatan, sehingga banyak yang meninggal akibat tidak ada obat untuk menyembuhkan luka mereka. Apalagi saat ini, di sana memasuki musim dingin, cuaca Jumat ini mencapai 7 derajat celcius. Tak ada makanan dan tak ada kayu bakar untuk menghangatkan tubuh mereka. Air pun sudah tercampur dengan bom-bom yang bisa meracuni diri mereka.
Beberapa hari yang lalu, ada 20-an lebih kaum muslimah yang terpaksa menaiki gedung tinggi dan rela menjatuhkan diri mereka dari atap gedung? Kenapa mereka nekad melakukan ini? Karena kondisinya kata mereka, sudah seperti neraka dunia. Jika mereka tidak melakukan bunuh diri, mereka khawatir akan diperkosa oleh tentara-tentara Syiah yang jahat itu. Kita tidak bisa menyalahkan mereka, karena kita tidak pernah merasakan derita mereka. Kita hanya bisa berdoa, semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka.

Ikhwatii fiddiin, rahimani wa rahimakumullaah...

Beberapa hari yang lalu hingga saat ini, sekitar 70.000 dari total 280.000 kaum muslimin di Aleppo bagian timur terkepung, sehingga mereka terpaksa harus menyerahkan diri mereka ke musuh. Para prianya dipaksa agar menjadi personel militer, jika menolak, maka akan dieksekusi mati.
Ini bukanlah kisah yang dibuat-buat oleh para pendusta sebagaimana di media-media hari ini. Ini bukanlah kisah mengada-ada. Ini bukanlah cerita yang ingin membuat agar orang lain merasa iba. Sekali-kali bukan.
Ini adalah kisah nyata yang menimpa keluarga saya, keluarga Anda dan keluarga kita di Syam sana, jika kita menganggapnya sebagai keluarga. Jika tidak, itu hak kita, tapi ingat bahwa kelak di akherat, kita semua akan ditanya oleh Allah azza wa jalla perihal kondisi mereka. Sudahkah kita mempedulikan mereka???!!!

Khutbah kedua

Ibaadallah! Bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ketahuilah, bahwa salah satu konsekuensi takwa adalah menunaikan hak-hak ukhuwwah Islamiyyah. Maka, marilah kita berusaha melatih diri kita untuk mencintai saudara-saudara kita yang seiman di manapun berada sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri.

Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

مثل المؤمنين في توادِّهم وتراحُمِهم، كمثل الجسدِ الواحدِ، إذا اشتكى منه عضوٌ، تداعى له سائرُ الأعضاء بالسهر والحمى

"Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut merasakannya." (HR. Imam Muslim).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah!

Sesungguhnya, menelantarkan seorang muslim adalah perkara besar yang bisa menyebabkan putusnya tali ukhuwwah Islamiyyah dan mendatangkan kehinaan dan kenistaan bagi semua orang.

Berkaitan dengan apa yang terjadi di Suriah, maka sebagai seorang mukmin jika memiliki kelebihan harta, hendaknya dia menyisihkan sebagiannya untuk diinfakkan kepada mereka, sebelum harta itu lenyap dari tangan kita. Sebelum harta itu akan menjadi penyelasan bagi kita di akherat sana.

Jika dia termasuk yang tidak memiliki harta, maka minimal doakan saudara-saudara kita di sana. Jangan sampai doa saja kita enggan untuk melakukannya. Sungguh, sekikir-kikir orang adalah kita dia tidak mau mendoakan saudaranya yang⁠⁠⁠⁠ mengalami derita.
Semoga Allah memberi kesadaran kita untuk selalu mewujudkan ukhuwwah islamiyyah sehingga harga diri umat islam dapat kembali diraih.

Share on Google Plus

Tentang Al Inshof

Al Inshof merupakan situs yang mencoba memberi gambaran kepada pembaca tentang Islam dan informasi-informasi terkait dunia Islam. Semoga apa yang ada di Al Inshof bermanfaat bagi Anda semua. Kritik dan saran dapat Anda emailkan ke buletinalinshof@gmail.com