Bersama Imam Palestina, Shalat Seperti di Masjidil Haram

kauman 3

Semarang, alinshof.blogspot.com - Masjid Agung Kauman merupakan masjid tertua di Kota Semarang. Masjid ini dibangun tahun 1749M atau bertepatan dengan tahun 1170 Hijriah. Nama “Kauman” sendiri biasa dijabarkan sebagai “kaumnya orang-orang beriman”, maka wajar jika Masjid 

Kauman memang identik dengan pusat keagaman Islam dari sebelum kemerdekaan Indonesia hingga kini. Masjid yang mempunyai nama resmi Masjid Agung Semarang ini sering menjadi rujukan Ulama-ulama ketika singgah di Kota Semarang. Banyak sekali tamu-tamu Ulama dari dalam maupun luar negeri yang sowan ke Masjid Legendaris ini.  Hal ini menjadi salah satu alasan yang melatarbelakangi team Syam Organizer (SO) dan One Ummah Solidarity (OUS) untuk mengajak Syaikh Abdel Monem Aly Hasanain asal Palestina untuk berkunjung ke Masjid bersejarah ini. Gayung pun bersambut pihak takmir dan yayasan Masjid Kauman dengan tangan terbuka menerima kedatangan Syaikh asal Masjid Al Aqsa itu. Pihak takmir serta Yayasan juga mendo’akan dan mensupport program-program yang dicanangkan SO dan OUS yaitu Safari Ramadhan dan #school4Sham.  Syaikh pun didaulat untuk menjadi Imam Sholat Terawih dan Witir, sontak Ribuan jama’ah yang hadir dibuat terharu dengan lantunan ayat-ayat Al qur’an yang keluar dari lisan Syaikh,. “ Seperti sholat di Masjidil Haram” , begitu celoteh salah satu jama’ah Masjid Agung Kauman. Tidak sampai di situ, Syaikh pun diminta untuk memberikan kultum saat jeda antara Sholat Terawih dan Witir. Syaikh Abdel Monem Aly Hasanaian menuturkan bahwa Muslim Indonesia adalah saudara jauh namun dekat, jauh jaraknya namun dekat dalam membantu Muslim Palestina. Di akhir kultumnya Syaikh mengatakan bahwa “Aku Cinta Kalian Karena ALLAH”.

  kauman 4

Setelah Sholat Witir Syaikh diminta untuk semak-an Al Qur’an yang merupakan tradisi Masjid Kauman selepas Sholat witir. Syaikh pun membaca Al Qur’an dengan tartil dan dengan suara merdunya mampu mengetarkan hati orang yang medegarkannya. Selepas itu sebelum berpamitan Syaikh Abdel Monem Aly Hasanaian mendapat oleh-oleh berupa kain sarung yang merupakan identitas Muslim Indonesia dari Takmir dan Yayasan Masjid Kauman. ( Rep Sarfaraz Ibrahim / Semarang )
Share on Google Plus

About Buletin Alinshof