Mustofa: BNPT Jangan Sampai Dipinjam Tangannya oleh Syiah

Alinshof.blogspot.com - Pemblokiran 22 situs islam oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika atas permintaan BNPT menimbulkan pro dan kontra. Masyarakat menilia langkah yang dilakukan BNPT merupakan langkah yang sembarangan. Bahkan Anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Mustofa B. Nahrawardaya dalam sebuah dialognya di ANTV dalam program Apa Kabar Indonesia, Rabu (01/4) mengatakan tindakan dan kebijakan BNPT adalah kebijakan yang brutal karena semua dianggap radikal. Hal senada diungkapkan oleh Anggota Komisi I dari Fraksi PKS, Sukamta. Sukamta menyatakan langkah BNPT terlalu serampangan dan dikhawatirkan akan muncul sterotyping ternyata pemerintah anti islam.

Mustofa mempertanyakan kenapa situs-situs islam tersebut diblokir sementara situs-situs milik JIL yang menebarkan kesesatan tidak diblokir. Disamping itu pemblokiran yang dilakukan juga tidak dilakukan dengan mengadakan pembicaraan terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait, yang mempunyai otoritas, seperti MUI dan ormas-ormas islam yang sudah diakui oleh MUI.

Lebih lanjut Mustofa menyampaikan ada 3 hal yang perlu mendapatkan perhatian oleh pemerintah, khususnya BNPT terkait dengan pemblokiran situs-situs islam yang dianggap radikal.

Pertama, situs yang diblokir tersebut adalah aset islam ketika sudah mengganggu situs yang sudah dibutuhkan umat islam ini artinya mengganggu umat islam seluruh Indonesia karena BNPT melakukan hal ini sesuai dengan tafsir BNPT tanpa pertimbangan apapun dengan ormas islam.

Kedua, situs-situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika atas permintaan BNPT adalah situs-situs yang tidak hanya melawan BNPT tetapi juga situs yang membantu BNPT. Menurut pengamatan Mustofa, 7 atau 22 situs yang lain adalah situs-situs yang melawan kelompok yang sama sehingga mereka diblokir. Mereka semua melawan Syiah. Mustofa menanyakan kenapa mereka yang melawan syiah kemudian mereka diblokir melalui BNPT? 

"Jangan sampai BNPT dipinjam tangannya oleh kelompok itu untuk menghantam aset islam yang berbentuk website." tandasnya. Mustofa juga menyampaikan bahwa Syiah di Yaman mereka berkembang dan berusaha merebut negara, karenanya seharusnya yang ingin merebut Islam inilah yang seharusnya diwaspadai. 

Ketiga, selama ini media islam adalah media penyeimbang terhadap informasi-informasi terkait dengan islam. Jika media islam ini diblokir masyarakat hanya akan mendapatkan informasi sepihak baik dari pemerintah maupun BNPT. Karenaya, pemblokiran terhadap situs-situs islam tersebut akan meimbulkan ketidakpercayaan antara medai dengan BNPT. (AR70/alinshof)
Share on Google Plus

About Buletin Alinshof