Pesan dari Ulama Salafi Mesir untuk Rakyat Libiya

MESIR,(voa-islam) – tak henti-hentinya orang membicarakan dan menganalisa masalah revolusi ditimur tengah, apalagi pasca tewasnya Qaddafi dan peralihan sistem di Libiya, banyak kalangan terutama ulama ummat Islam yang menaruh harapan akan berubahnya sistem politik yang membeck-up segala kepentingan kaum muslimin dalam kebijakan politik.

...Dan termasuk dari ayat Allah -‘Azza wa Jalla- adalah ketika ia mati, ia dihujani oleh kutukan-kutukan. Maka langit dan bumi sama sekali tak meneteskan airmata saat kepergiannya. Itu adalah ganjaran atas kezaliman dan pembangkangan (terhadap agama)”...
Syaikh Yasir Burhami, Ulama Mesir, pada hari Sabtu lalu tanggal 22 oktober 2011 memberikann pesan pada bangsa Libiya untuk kedepannya. Diawal pesan beliau memberikan ucapan selamat kepada warga Libiya dan mengucapkan rasa syukur atas lenyapnya tiran Qaddafi yang menghalang-halangi tegaknya Dinullah selama beberapa dekakade dengan rezimnya yang zalim menindas rakyat Libiya dan merampas harta mereka (korupsi).
“Allahumma lakal Hamdu, segala puji bagi Allah, yang pantas dipuji, kami tak dapat menghitung pujian yang terucap Untuk-Mu, hanya Engkaulah yang dapat menghitung pujian yang diperuntukan buat-Mu” ujar beliau dengan penuh wibawa dan wajah berseri. “Dan termasuk dari ayat Allah -‘Azza wa Jalla- adalah ketika ia mati, ia dihujani oleh kutukan-kutukan. Maka langit dan bumi sama sekali tak meneteskan airmata saat kepergiannya. Itu adalah ganjaran atas kezaliman dan pembangkangan (terhadap agama)”. Tutur Ulama dan Da’i Mesir itu.
...“kami ingin kebebasan rakyat yang terikat dengan kaidah-kaidah Syari’at. Bukan dengan atuarn demokrasi” tandas beliau...
Beliau melanjutkan pesannya dengan ajakan kepada rakyat Libiya untuk memperhatikan Ilmu agama dan dunia untuk membangun Libiya. Terlebih lagi dalam masalah penerapan hukum dalam bentuk sistem yang sesuai dengan Islam. Beliau juga mengingatkan kepada mereka agar berhati-hati dengan orang-orang yang dari kalangan mereka (muslim arab) namu hatinya adalah hati Syaithan yang ingin menguasai Libiya sebagaimana mereka mau menguasai Mesir untuk melancarkan kepentingan barat dan menanamkan akar-akar Liberalisme dan demokrasi di negri .
“kami ingin kebebasan rakyat yang terikat dengan kaidah-kaidah Syari’at. Bukan dengan atuarn demokrasi” tandas beliau yang menekankan agar tidak mengulangi keselahan yang fatal dimasa lalu dan agar membela agama Allah dimuka bumi.(usamah/anasalafy)
Share on Google Plus

Tentang Al Inshof

Al Inshof merupakan situs yang mencoba memberi gambaran kepada pembaca tentang Islam dan informasi-informasi terkait dunia Islam. Semoga apa yang ada di Al Inshof bermanfaat bagi Anda semua. Kritik dan saran dapat Anda emailkan ke buletinalinshof@gmail.com