Gaza dan Tepi Barat, Memanas, Krisis masih menyelimuti.


Gaza, alinshof.blogspot.com - Setelah beberapa hari lalu 200-an warga Yahudi Zionis Israel menodai kiblat pertama Umat Islam dunia yaitu Masjid Al Aqsha Al Mubarok, dengan aksi brutal yaitu menyerang Masjid Al Aqsha, melempari dengan bom suara dan gas air mata ke dalam Masjid Al Aqsha, sehingga melukai lebih dari 100 muslim Palestina yang berada di dalamnya. Disusul dengan tindakan yang tidak berprikemanusiaan, Hari Jumat di pagi hari di saat satu keluarga di Nablus masih tidur lelap, tiba-tiba segerombolan warga Yahudi Zionis Israel ( red : La'natulloh ala yahudi ), mereka membakar sebuah rumah di mana di dalamnya berpenghuni, suami istri dan anak-anak mereka. Aksi kebinatangan tersebut menewaskan 1 bocah Palestina berusia 18 bulan yang masih menyusui bernama Ali. Tubuhnya gosong dilalap api. Semoga kini si Ali bocah mungil bersama sang Khaliq dan ditempatkan di tempat yang indah di sisi-Nya,amin

Menjelang beberapa jam kemudian, pejuang Palestina di Gaza membalas aksi brutal Yahudi melontarkan roket ke wilayah Israel, dan dalam jeda beberapa menit kemudian militer Angkatan Laut zionis Israel menembak secara membabi buta dari arah laut ke arah pemukiman warga Gaza di Bait Lahiyah Gaza bagian Utara.

Rentetan tembakan secara membabi buta oleh Angkatan Laut zionis Israel, mengenai 1 orang warga sipil Gaza bernama Muhammad Hamid Almasry berusia 29 Tahun, dan melukai beberapa orang lainnya. Sang Korban Muhammad Hamid Almasry sempat di Evakusi ke Rumah Kamal Udwan Gaza Utara, akan tetapi nyawanya tidak tertolong karena beberapa peluru bersarang di tubuh dan bagian dada korban, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Dan sudah 8 tahun hingga kini wilayah Gaza masih dibawah blokade oleh pihak Israel.  Krisis kemanusiaan semakin menambah pendeirtaan warga Gaza baik itu krisis kesehatan maupun krisis yang lain, seperti air minum.

"Beberapa hari lalu saya diundang oleh pihak Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza City dalam hal koordinasi kesulitan yang dialami oleh MENKES Gaza Palestina", kata Abdillah Onim. "Dalam pembahasan tersebut mereka menyampaikan bahwa obat-obatan yang urgent bagi para pasien mulai langka yaitu 38 persen berkurang, begitu juga alat kesehatan khususnya alat kesehatan sekali pakai (alat disposilbe) 37 persen berkurang, ada beberapa alat kesehatan yang rusak dan karena berkali-kali diperbaiki, dalam rapat koordinir tersebut, pihak MENKES Palestina di Gaza menyodorkan nama obat dan nama alat kesehatan yang rusak, mereka berharap agar surat tersebut dapat saya sampaikan ke Bpk. Joko Widodo selaku Presiden RI dan selembar surat untuk Ibu MENKES RI", jelas Abdillah Onim, WNI perwakilan Rakyat Indonesia yang hingga kini masih menetap di Gaza City sekaligus PJ Yayasan Daarul Qur'an Nusantara Cab.Gaza Palestina.

Di lain sisi, keluarga fakir dan anak yatim di Gaza tak pernah terselesaikan akan permasalahan yang mereka alami yaitu kesulitan mendapatkan bantuan seperti bahan makanan dan air minum serta penerang alternatif. Sumber permasalahan dan inti dari krisis yang terjadi di Gaza adalah Blokade Israel dan penutupan pintu perlintasan Rafah ( perlintasa Gaza-Mesir), 1,8 juta jiwa warga Gaza menggantungkan harapan hidup mereka untuk mendapatkan bahan pokok dan bahan makanan dan untuk bertahan hidup yaitu hanya dari pintu perilintasan Rafah, karena terowongan sudah dihancurkan oleh militer zionis Israel.

Mohon doa, agar tidak terjadi kondisi yang tidak kita ingin kan, kasihan anak-anak Gaza dan para wanita. Semoga Allah swt melindungi mereka, memberikan kesabaran dan kekuatan kepada warga Gaza Palestina serta menjaga kesucian Masjid Alaqsa, aamiin

(Abdillah Onim)
Share on Google Plus

Tentang Al Inshof

Al Inshof merupakan situs yang mencoba memberi gambaran kepada pembaca tentang Islam dan informasi-informasi terkait dunia Islam. Semoga apa yang ada di Al Inshof bermanfaat bagi Anda semua. Kritik dan saran dapat Anda emailkan ke buletinalinshof@gmail.com