Takwa Sumber Kebahagiaan

Taqwa sebagaimana dikatakan oleh Thalq bin Habib adalah kamu beramal dengan ketaatan kepada Allah di atas cahayaNya, mengharap rahmat dari Allah dan meninggalkan kemaksiatan kepada Allah di atas cahaya-Nya dan takut akan adzbnya.

Taqwa yang demikianlah yang akan membawa dampak dalam kehidupannya, dan yang akan membawa pemiliknya ke kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Karena pangkal kebahagiaan adalah sejauh mana manusia menjaga hatinya untuk taat kepada Allah dan bergantung hanya kepada Allah. Sebaliknya manakala ketergantungan hati manusia bukan kepada Allah pasti akan membawa kebinasaaan baginya.

Hati yang senantiasa tergantung kepada Allah akan memunculkan amalan dan tingkah laku yang diridlo oleh Allah sedangkan hati yang tidak bergantung kepada Allah akan memunculkan sesuatu yang dibenci oleh Allah. Karenanya, Rasulullah pernah bersabda, yang artinya:
"Sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging yang manakala segumpal darah itu baik maka baiklah semuanya dan apabila segumpal darah itu jelek atau rusak maka jelek dan rusaklan semuanya, ingatlah segumpal darah itu adalah hati"

Itulah yang telah dikatakan oleh Rasulullah, manusia paling sempurna dan kekasih Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun, fenomena hari ini menunjukkan sebaliknya. Banyak manusia yang menjadikan selain ketergantungan hati kepada Allah sebagai tolok ukur kebahagiaan manusia. Akibatnya, manusia menjadi salah dalam memandang hidup dan kehidupan dan menjadi kelirulah mereka dalam menentukan kebenaran. Banyak  manusia menentukan kebaikan atau kebahagiaan dari sisi lahiriah saja, misalnya dari cantik dan bagusnya seseorang, kaya tidaknya, berpangkat atau tidaknya dan sebagainya. Akibat lainnya yang lebih dasyat adalah mereka terlalu disibukkan oleh urusan-urusan dunia. Dunia menjadi besar dalam hatinya dan cinta dunia menjadi muara akhir dari semua aktivitas kehidupannya. Padahal Allah telah berfirman dalam Surat Maryam ayat 74, yang artinya:
"berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka[907], sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap di pandang mata.
 
[907] Maksudnya: umat-umat yang mengingkari Allah seperti kaum 'Aad dan Tsamud."

 Allah juga memperingatkan kepada kita dalam Surat Al Mukmin ayat 82, yang artinya:
Maka Apakah mereka tiada Mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi[1328], Maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.


[1328] Maksudnya: bangunan, alat perlengkapan, benteng-benteng dan istana-istana"
Karenanya perkara hati adalah perkara yang sangat penting dan agung. Allah menurunkan Al Kitab juga dalam rangka memperbaiki hati (QS Yunus: 52, QS Ali Imran: 164). Demikian juga diutusnya Rasul juga dalam rangka memperbaiki hati.

Kita simak juga, perkataan Ibnu Rajab:
"Keutamaan itu tidak akan diraih dengan banyaknya amal jasmani akan tetapi diraih dengan ketulusan niat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sesuai dengan sunnah Nabi dengan banyaknya pengetahuan dan amalan hati"
Wallahu A'alam bishshowab
Share on Google Plus

Tentang Al Inshof

Al Inshof merupakan situs yang mencoba memberi gambaran kepada pembaca tentang Islam dan informasi-informasi terkait dunia Islam. Semoga apa yang ada di Al Inshof bermanfaat bagi Anda semua. Kritik dan saran dapat Anda emailkan ke buletinalinshof@gmail.com