O on, Umat Islam Luapkan Gembira atas Kemenangan Obama

Inilah akibat terbesar dari fitnah subhat. Kaburnya umat islam terhadap kebenaran. Yang libuh fatal lagi mereka tidak lagi membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah, bahkan mereka justru menganggap kebenaran sebagai sebuah kebathilan dan kebathilan sebagai sebuah kebenaran. Orang Islam yang sudah terkena penyakit seperti ini, ia tidak lagi mampu melihat mana musuh dan mana teman. Akibatnya loyalitas (wala) dan kebencian (bara') pun menjadi kacau. Orang atau kelompok yang seharusnya menjadi musuh yang membahayakan justru disanjung, diangkat dan dibelanya. Sementara yang seharusnya mendapatkan kecintaan dan loyalitas justru dibenci dan dimusuhi. 

Ironisnya, inilah yang hari ini menimpa sebagian besar umat islam. Lihat saja, bagaimana sebagian besar umat islam ikut merayakan dan meluapkan perasaan senangnya atas kemenangan Obama dalam pemilihan presiden Amerika saat ini. Beberapa stasiun TV menayangkan secara live proses penghitungan suara. Bahkan anak-anak SD pun diajak untuk mengikutnya. Termasuk sejumlah murid SDN 01 Menteng, Jakarta Pusat yang meluapkan kegembiraan dengan membentangkan spanduk bergambar  Barack Obama saat menonton bersama tayangan pemilihan Pilpres Amerika Serikat di SDN 01, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2012). 

Tidak hanya itu dari kalangan DPR tidak ketinggalan menunjukkan rasa gembiranya atas kemenangan Barak Obama. Bahkan, Ketua Umum Nahdatul Ulama Said Aqil Siradj juga menyambut gembira kemenangan Obama ini. Ia menilai Obama merupakan presiden Amerika yang paling mengenal Islam dan budaya timur. Ia berharap Obama dapat lebih menegakkan keadilan dan hak asasi manusia dengan seadil-adilnya khususnya untuk dunia Islam.“Satu-satunya presiden Amerika yang pidato dengan terang-terangan Islam bukan agama teroris, Islam bukan agama radikal, baik dalam pidato di Amerika maupun di Mesir,” ujar Said Aqil.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) berhasil memenangkan pilpres tahun ini dengan mengungguli perolehan Electoral College atas penantangnya, Mitt Romney. Kantor berita AFP, Rabu (7/11/2012), melansir Obama pun mencetak sejarah karena menjadi capres kedua dari partai Demokrat yang berhasil memenangi periode jabatan kedua sejak Perang Dunia II. Yang pertama adalah mantan presiden Bill Clinton yang pernah memegang jabatan selama dua periode.

O on, barangkali predikat inilah yang paling tepat untuk seseorang yang sudah terkena penyakit subhat, tidak tahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Hingga mereka lebih memilih mengekor dan mengikuti kebanyakan manusia dalam menilai sesuatu, termasuk dalam menilai sang penindas Umat Islam, Barak Obama. Mereka melupakan tangan Obama penuh dengan genangan darah, dan terus melumuri tangannya dengan darah umat Islam. Di Irak, Afghanistan,Pakistan, Palestina, Yaman, Libya, dan sejumlah negara lainnya.
Obama terus melakukan kampanye pembunuhan tokoh-tokoh Gerakan Islam, termasuk di antara Usamah bin Ladin, Anwar Al Aulaqi di Yaman. Apa pedulinya umat Islam dengan Obama. Umat Islam benar-benar 'oon' ikut bergembira dengan kemenangan Obama. (dinukil dari voa-islam.com)
Share on Google Plus

Tentang Al Inshof

Al Inshof merupakan situs yang mencoba memberi gambaran kepada pembaca tentang Islam dan informasi-informasi terkait dunia Islam. Semoga apa yang ada di Al Inshof bermanfaat bagi Anda semua. Kritik dan saran dapat Anda emailkan ke buletinalinshof@gmail.com