Buku Bahasa Musik SBY Diluncurkan di ASEAN Fair

NUSA DUA- Menjelang KTT ASEAN, buku "Tembang Untuk Bangsa Bahasa Musik" karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diluncurkan di ajang ASEAN Fair di Nusa Dua, Bali, kemarin. Saat SBY tengah melakukan lawatan di Amerika Serikat, berbagai kalangan masyarakat pecinta musik tanah air tengah mengagumi karya musik sang presiden.
Karya Presiden SBY di bidang musik yang terangkum dalam buku karya Bens Leo dan kawan-kawan dibedah dalam peluncuran yang bersamaan dengan Indonesia Music Expo (IMEX).
Buku diterbitkan tim Reny Jayusman itu dibedah dalam diskusi yang dipandu Ngatawi Al Zastrouw menghadirkan pembicara Franki Raden, Bens Leo dan Remy Silado.

Banyak pujian dilontarkan para pembicara bahkan Al Zastrouw sampai menyebut SBY sebagai bapak angkat musisi dan seniman, karena dianggap peduli dengan nasib mereka.

Seperti diketahui SBY telah menelorkan empat album yang dipublikasikan lewat CD meskipun belum banyak beredar di pasar. Beberapa penyair seperti Jacob Sumarjo dan Remy Silado membacakan puisi pendiri Partai Demokrat ini.

"SBY adalah presiden yang pertama kali bisa menghayati sastra," puji Remy Silado di Nusa Dua, Bali, Minggu (13/11/2011).

Remy membacakan puisi SBY tentang perjuangan seorang tentara yang tak kenal menyerah.
Dia sependapat dengan pengamat musik Franki Raden yang mengusulkan SBY sebagai pejuang musik. Bahkan Remy menilai sang presiden layak sebagai pejuang sastra.

Dalam puisi dibacakan Remy Silado berjudul "all soldier never die" yakni, perjuangan seorang tentara yang tak akan pernah menyerah disadur dari Kumpulan puisi SBY.

Yang menarik, acara peluncuran buku dihadiri para pejabat, pekerja seni, pengusaha hingga akademisi. Tampak diantaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammd Nuh, Wakapolda Bali Kombes Ketut Untung Yoga dan Rektor Unud Prof I Made Bakta

Buku tersebut memberi gambaran tentang proses kreatif SBY dalam menciptakan syair dan lagu yang dikerjakan saat waktu senggang ditengah kesibukannya sebagai presiden.

Dalam sesi diskusi, seorang penikmat musik mempertanyakan bagaimana ciptaan SBY diklaim sebagai karya populer dan berkualitas padahal jarang ditemukan di pasaran.

"Ukuran karya lagu itu populer tidak semata dilihat karena album itu laku di pasaran, namun bagaimana kekuatan lagu itu mempengaruhi," ujar Remy.

Bens Leo sempat berseloroh saat album SBY diluncurkan harus bersaing dengan lagu-lagu RBT yang hits di pasaran RBT seperti Alamat Palsu Ayu Ting Ting.
Share on Google Plus

About Buletin Alinshof