IPW Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Anggotanya



KIBLAT.NET, Jakarta – Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane meminta Kapolri untuk mengevaluasi kinerja anggotanya terkait kaburnya 24 tahanan dalam sepekan di Jawa Timur. Selain itu, tindakan tegas juga harus diberikan kepada kepala tahanan dan kapolsek atau kapolres setempat selaku penaggung jawab langsung.

“Dalam kasus kaburnya 24 tahanan di Jawa Timur, tindakan tegas yang dilakukan tidak cukup hanya mencopot kepala tahanan atau kapolsek atau kapolresnya saja. Tapi Kapolri juga harus mengevaluasi kinerja kapolres dan kapoldanya. Ini perlu dilakukan karena para tahanan itu kabur dari kota yang tergolong besar,” ungkapnya melalui rilis yang diterima Kiblat.net, Jum’at (21/04).

Neta menilai, sistem dan kinerja polisi di kota besar seharusnya jelas berbeda dengan polisi di pedalaman. Jika polisi di kota besar tidak becus menjaga keamanan di wilayahnya, bagaimana masyarakat bisa berharap polisi itu menjaga keamanan di tempat lain, seperti keamanan di lingkungan masyarakat.

“Kapolri harus segera mengevaluasi kinerja kapolda, kapolres dan kepala tahanannya. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap polisi makin menurun,” terangnya.

Lebih lanjut, Neta mengatakan, jajaran kepolisian harus menyadari bahwa untuk menangkap dan memburu tersangka agar bisa dimasukkan ke sel tahanan, dibutuhkan dana yang cukup besar.

“Jika tahanan yang sudah ditangkap kemudian bisa melarikan diri dari kantor polisi dengan mudahnya, bukan hanya dana yang besar lagi yang harus dikeluarkan Polri, tapi juga akan membuat takut masyarakat. Sebab bukan mustahil penjahat yang kabur itu akan lebih nekat lagi dalam beraksi menteror masyarakat,” jelasnya.

Oleh sebab, kata Neta, jika ada tahanan yang kabur dari kantor polisi tak cukup hanya kapolseknya yang dicopot. Tapi kapolres dan kapoldanya juga harus dievaluasi. “Tujuannya agar kinerja, sistem, tingkat kepedulian dan pengawasan yang dibangun kapolres maupun kapoldanya bisa diukur,” tegasnya.

Neta menambahkan Jika ternyata kinerjanya rendah dan buruk, yang terbukti dari kaburnya para tahanan secara berturut turut, maka pejabatnya harus segera dicopot dan diganti dengan perwira yang mau bekerja serius, terutama dalam menjaga keamanan markasnya.

“Copot saja kapolresnya, masih banyak perwira yang mau bekerja serius. Bagaimana mau jaga keamanan masyarakat, orang di rumahnya sendiri aja kerap kebobolan alias kecolongan,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy
Sumber: kiblat.net
Share on Google Plus

About edris ernawan