Perang Generasi Keempat, Mengubah Paradigma Perang

Kebatilan dan kebenaran akan selalu berperang untuk mempengaruhi manusia. Perang antara kebenaran dan kebatilan ini sifatnya abadi. Ia akan selalu ada dari generasi ke generasi sampai satu diantara keduanya menjadi pemenangnya. Dan peperangan itu kini sudah memasuki pada generasi keempat. 

Sebenarnya Perang Generasi Keempat ini bukanlah hal baru, namun merupakan sebuah aplikasi kreatif dan adaptif dari bentuk sebelumnya, dimana dimensi moral lebih penting daripada teknologi.

Ciri-ciri Perang Generasi keempat:

  1. mokus kini berpindah dari teknologi tinggi menuju ide
  2. konflik bergeser dari strategi atrisi (proses saling mengikis) menghancurkan target militer dengan menggunakan daya tembak pasukan reguler menuju pengacauan pusat sosial ekonomi dan kultur politik dengan serangan kejutan, subversi, organisasi bayangan, dll.
  3. melibatkan dua aktor atau lebih dengan kekuatan yang tidak seimbang dan mencakup spektrum (rentetan/rangkaian) perang yang luas
  4. bersifat transnasional ( keluar dr batas-batas negara ), tidak mengenal medan perang yang pasti, tidak membedakan sipil dan militer, tidak mengenal masa perang dan damai, serta tidak mengenal garis depan.
  5. aktor Perang Generasi Keempat pada umumnya memiliki tujuan regional yang jauh lebih luas dan bahkan visi global. Mereka berusaha menerapkan sistem sosial yang sama sekali baru berdasarkan ideologi atau agama mereka.
  6. bersifat politis, jaringan terbentuk secara sosial, dan membutuhkan durasi yang berlarut-larut. Ia adalah antithesis (pertentangan) dari teknologi tinggi dan perang singkat yang selama ini disiapkan oleh Pentagon.


Tanda-tanda Perang Generasi Keempat

Ada beberapa hal yang menandai Perang Generasi Keempat, yaitu

  1. menurunnya harmoni dalam masyarakat; 
  2. menurunnya loyalitas kenegaraan dan meningkatnya loyalitas alternatif, terutama budaya;
  3. hilangnya monopoli negara atas perang; 
  4. munculnya entitas (wujud) non-negara yang mampu menguasai loyalitas utama masyarakat; 
  5. adanya peran dominan dari propaganda dan tekanan psikologis untuk mengubah pikiran para pembuat kebijakan politik.


Persenjataan Utama:
Sebagaimana perang-perang sebelumnya persenjataan dalam setiap peperangan selalu dibutuhkan. Adapaun persenjataan Perang Generasi Keempat, antara lain

  1. menggunakan seluruh jaringan yang tersedia mulai dari politik, ekonomi, sosial, sampai militer untuk meyakinkan para pengambil keputusan politik musuh bahwa tujuan strategis mereka tidak bisa diraih atau terlalu mahal jika dibandingkan dengan manfaat yang diharapkan. Satu-satunya media yang bisa mengubah pikiran seseorang adalah informasi. Karenanya, informasi adalah elemen kunci dalam setiap strategi Perang Generasi Keempat.
  2. Pada generasi sebelumnya, media lebih berfungsi untuk melaporkan peristiwa yang terjadi, bukan untuk membentuk arah perang. Dalam Perang Generasi Keempat, media digunakan untuk melemahkan kehendak lawan. Targetnya adalah para pengambil keputusan musuh atau masyarakat musuh. Selain itu, audiens global juga dijadikan target untuk membentuk cara pandang dunia. Karena itu, manajemen media sama pentingnya dengan taktik lain dalam Perang Generasi Keempat. Perang jenis ini adalah konflik berbasis informasi. Karena tujuannya adalah untuk menargetkan pikiran musuh, informasi menjadi hal yang sangat penting.


Tujuan/Sasaran dari Perang Generasi Keempat

Perang Generasi Keempat berakar dari aturan fundamental yang menyatakan bahwa kemauan politik yang lebih superior, bila digunakan dengan benar, dapat mengalahkan kekuatan ekonomi dan militer yang lebih besar. Perang Generasi Keempat tidak berusaha untuk menang dengan mengalahkan pasukan militer musuh.

Adapun sasaran Perang Generasi Keempat adalah secara langsung menyerang kemauan politik musuh dengan menggabungkan antara taktik gerilya atau pembangkangan sipil dengan jaringan ikatan sosial, budaya dan ekonomi, kampanye disinformasi dan aktivitas politik yang inovatif.

Cakupan Perang Generasi Keempat

Perang Generasi Keempat mencakup spektrum (rentetan/ serangkaian) aktivitas manusia yaitu politik, ekonomi, sosial dan militer. 

  1. Secara politis, Perang Generasi Keempat melibatkan organisasi dan jaringan transnasional (keluar dr batas-batas negara), nasional dan sub-nasional untuk menyampaikan pesan kepada khalayak sasaran.
  2. Secara strategis, Perang Generasi Keempat berfokus pada mematahkan kehendak pembuat keputusan. Mereka menggunakan jalur yang berbeda untuk menyampaikan pesan yang berbeda kepada sasaran yang berbeda. Pesan ini digunakan demi tiga tujuan: untuk mematahkan semangat musuh; mempertahankan kehendak rakyat mereka sendiri; dan memastikan pihak yang netral tetap netral atau memberikan dukungan diam-diam atas alasan yang mereka gunakan. Secara operasional, mereka menyampaikan pesan tersebut dalam berbagai cara mulai dari serangan militer secara langsung yang berdampak tinggi hingga serangan ekonomi tidak langsung yang dirancang untuk menaikkan harga minyak
  3. Secara taktis, pasukan Perang Generasi Keempat menghindari konfrontasi langsung jika memungkinkan. Mereka menggunakan bahan-bahan yang ada dalam masyarakat yang diserang. Perang Generasi Keempat juga merupakan perang yang panjang yang berlangsung dalam hitungan dekade.  (Bersambung)
(Sumber: SYAMINA Edisi XV / Oktober 2014 - untuk versi pdf nya bisa didonload di kiblat.net atau www.syamina.org)
Share on Google Plus

About Buletin Alinshof