Idul Adha di Swiss: Tak Ada Potong Qurban, Shalat Id di Ruang Tamu

SWISS (voa-islam.com) - Tidak ada acara potong kambing, apalagi sembelih sapi. Shalat menyambut selesainya ibadah haji itu juga dilakukan di ruang tamu, bukan di masjid atau lapangan rumput.
Tapi, perayaan Idul Adha di Swiss, khususnya Bern, cukup semarak. Sedikitnya 300 warga Indonesia di Swiss datang ke Guemligen, Bern . Tak pelak, ruang tamu Wisma Duta, rumah dinas duta besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein itu pun penuh sesak. Sebagian, terutama yang datang agak terlambat, harus rela mendengarkan khotbah dari lorong ruangan, atau bahkan duduk di tangga. ”Bagaimana mau shalat di lapangan, semua basah dan dingin,” kata salah satu staf KBRI Bern.

Awal November musim gugur memang sudah jatuh di Eropa,tidak terkecuali di Bern. Meski Minggu (6/11) pagi itu matahari muncul penuh, tetap saja tak akan nyaman duduk di halaman belakang Wisma Duta yang biasanya digunakan sebagai upacara bendera. Tidak lucu jika menjalankan shalat dengan menggunakan pakaian lengkap seperti mendaki gunung. ”Jadinya ya di ruangan yang ada di Wisma Duta ini,” imbuh staf yang lain. Kedatangan 300-an muslim agak di luar dugaan. Saat Idul Fitri beberapa bulan silam, jumlah yang datang tidaklah sebanyak kali ini.
”Dapat makan enak dan juga silaturahmi dengan teman yang lain,” kata Wayan Budiono, warga Crans Montana, mengemukakan alasan. Untuk bisa sampai di Wisma Duta, Budiono harus menempuh perjalanan dengan kereta api selama dua jam. Selain dilaksanakan di ruang tamu, perayaan Idul Adha ini juga minus kambing atau sapi. Bukannya Wisma Duta tak ingin menyediakan kambing atau sapi hidup, namun lebih dikarenakan alasan teknis. Di Swiss, masyarakat tidak bisa seenaknya menyembelih kambing atau sapi di halaman rumahnya.”Ada tempat khusus untuk itu,” kata Irwan, salah satu staf KBRI.
Selain menjaga higienitas, penyembelihan kambing atau sapi juga harus memikirkan penderitaan sapi atau kambing ketika disembelih. Digorok pakai pedang tidak diperbolehkan di Swiss. Dan menyembelih sapi langsung di kebun juga dilarang. Akibatnya, sebagaimana perayaan Idul Adha tahun-tahun sebelumnya, tidak ada ritual penyembelihan hewan kurban. Selebihnya, tak banyak berbeda. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 dengan membaca takbir. Lalu shalat Idul Adha dan dilanjutkan khotbah oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Muhadjir Effendi.
Dalam khotbahnya Muhajir meminta agar umat Islam bersabar dalam banyak hal. Usai khotbah Idul Adha, anak-anak Indonesia di Swiss mengisi acara dengan membaca doa-doa pendek Al-Qur’an. [taz/sindo]
Share on Google Plus

About Buletin Alinshof